Kematian. Adalah suatu kata yang mungkin bagi sebagian orang tidak ingin menghendakinya. Katakanlah ada yang belum siap menghadapi kematian, takut mengalami bagaimana rasanya mati, dan sebagainya.Seperti yang kita ketahui dan tidak terpungkiri bahwa kematian pastilah datang dan kita tidak dapat menghindari maupun mengelaknya, sekalipun kita bersembunyi di lorong gua yang gelap gulita bahkan di perut bumi sekalipun.
Hampir seminggu sudah, kepergian artis Indonesia dan juga anggota DPR Adjie Massaid meninggal dunia. Mengapa saya mengangkat nama dia dalam postingan ini? Ya,kepergian dia benar-benar sangat mengingatkanku akan kematian. Bagaimana tidak, di usianya yang masih relatif muda, dengan postur tubuh yang tegap dan sehat, serta kehidupan yang mapan bersama keluarga barunya. Siapa yang menyangka bahwa kematian begitu cepat menjemputnya. Adjie Massaid,menurut rekan sesama selebritis, anggota keluarga, dan juga rekan-rekannya di DPR, adalah seorang yang agamis,bertanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaannya, dan juga memiliki pribadi yang ramah dan low profile.Mereka semua merasa kehilangan sosok Adjie Massaid. Kematian yang menjemputnya saat dia sedang bermain bola di lapangan Lebak Bulus sungguh tidak terduga. Dia meninggal saat berada di dalam perjalanan menuju RS Fatmawati, Jakarta. Setelah tim dokter RS Fatmawati memeriksanya lebih lanjut, ia terkena penyakit jantung koroner. Sungguh kejadian yang tidak terduga dan tidak disangka oleh siapa pun, termasuk saya.
Kepergian Adjie Massaid, membuat saya mengingat kembali akan kematian. Di tengah rutinitas yang saya hadapi sehari-hari membuat saya lengah dan lupa bahwa ada "seorang" tamu yang akan datang menghampiri kita suatu waktu, entah itu setahun kemudian, sebulan kemudian, sehari kemudian, bahkan sedetik kemudian sekalipun. Kita tidak pernah mengetahui kapan kematian akan menjemput kita. Kematian adalah rahasia Illahi.Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan untuk menghadapi kematian ini adalah berbuat dan beramal kebaikan, melakukan sesuatu yang sangat Allah SWT sukai dan ridhai, Dan satu hal yang perlu kita ingat, hidup di dunia ini hanyalah sementara. Kehidupan akhirat-lah yang paling abadi dan kita sebagai umat Allah, harus mempersiapkan amal dan perbuatan baik yang akan diperhitungkan seadil-adilnya oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar