Minggu, 13 Februari 2011

Kematian

Kematian. Adalah suatu kata yang mungkin bagi sebagian orang tidak ingin menghendakinya. Katakanlah ada yang belum siap menghadapi kematian, takut mengalami bagaimana rasanya mati, dan sebagainya.Seperti yang kita ketahui dan tidak terpungkiri bahwa kematian pastilah datang dan kita tidak dapat menghindari maupun mengelaknya, sekalipun kita bersembunyi di lorong gua yang gelap gulita bahkan di perut bumi sekalipun.
Hampir seminggu sudah, kepergian artis Indonesia dan juga anggota DPR Adjie Massaid meninggal dunia. Mengapa saya mengangkat nama dia dalam postingan ini? Ya,kepergian dia benar-benar sangat mengingatkanku akan kematian. Bagaimana tidak, di usianya yang masih relatif muda, dengan postur tubuh yang tegap dan sehat, serta kehidupan yang mapan bersama keluarga barunya. Siapa yang menyangka bahwa kematian begitu cepat menjemputnya. Adjie Massaid,menurut rekan sesama selebritis, anggota keluarga, dan juga rekan-rekannya di DPR, adalah seorang yang agamis,bertanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaannya, dan juga memiliki pribadi yang ramah dan low profile.Mereka semua merasa kehilangan sosok Adjie Massaid. Kematian yang menjemputnya saat dia sedang bermain bola di lapangan Lebak Bulus sungguh tidak terduga. Dia meninggal saat berada di dalam perjalanan menuju RS Fatmawati, Jakarta. Setelah tim dokter RS Fatmawati memeriksanya lebih lanjut, ia terkena penyakit jantung koroner. Sungguh kejadian yang tidak terduga dan tidak disangka oleh siapa pun, termasuk saya.
Kepergian Adjie Massaid, membuat saya mengingat kembali akan kematian. Di tengah rutinitas yang saya hadapi sehari-hari membuat saya lengah dan lupa bahwa ada "seorang" tamu yang akan datang menghampiri kita suatu waktu, entah itu setahun kemudian, sebulan kemudian, sehari kemudian, bahkan sedetik kemudian sekalipun. Kita tidak pernah mengetahui kapan kematian akan menjemput kita. Kematian adalah rahasia Illahi.Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan untuk menghadapi kematian ini adalah berbuat dan beramal kebaikan, melakukan sesuatu yang sangat Allah SWT sukai dan ridhai, Dan satu hal yang perlu kita ingat, hidup di dunia ini hanyalah sementara. Kehidupan akhirat-lah yang paling abadi dan kita sebagai umat Allah, harus mempersiapkan amal dan perbuatan baik yang akan diperhitungkan seadil-adilnya oleh Allah SWT. 

Sabtu, 12 Februari 2011

Mimpi

Mimpi,sebuah perjalanan yang penuh misteri di bawah alam sadar kita.
Para dokter maupun pakar neurologi sekalipun belum mampu menemukan sebuah cara bagaimana mimpi bisa terjadi pada setiap orang di kala mereka sedang tidur.
Malam tadi aku benar-benar mengalami sebuah mimpi yang unik dan aneh.Kejadian yang terjadi di alam bawah sadarku waktu itu tidak ada hubungannya dengan peristiwa maupun pengalaman yang terjadi di hari itu juga maupun sebelumnya. Mimpi itu bercerita kala itu aku sedang berada di negeri Tirai Bambu,tepatnya di kota Shang Hai. Aku berkeliling kota bersama rombongan wisatawan yang kebetulan juga berasal dari Indonesia. Aku melihat menara yang konon dinobatkan sebagai salah satu menara tertinggi di dunia itu. Tapi sayang, di mimpi itu aku tidak naik hingga ke puncak menara.Tiba-tiba saja dalam mimpi itu aku berada di salah satu dari 7 keajaiban dunia, yaitu Great Wall. Aku menyusuri sepanjang Great Wall sambil melihat jurang yang ada di bawahnya. Yang aku lihat hanya padang rumput berwarna hijau.
Saat rombongan hendak kembali pulang ke Indonesia dan berkumpul di bandara,aku justru malah berkumpul bersama rombongan wisatawan yang hendak berwisata ke India.Meski rombongan wisatawan masih berasal dari Indonesia, tapi anehnya aku tidak menyadari bahwa rombongan yang aku ikuti bukan bertujuan pulang ke Indonesia, melainkan ke India. Alhasil, mimpi membawaku ke sebuah kota yang belum pernah aku kunjungi, yaitu Calcutta. Sebuah kota yang sama sekali tidak terpikirkan untuk berkunjung ke sana. Gambaran kotanya pun aku tidak memiliki bayangan. Sebuah mobil menyerupai Suzuki APV membawaku beserta rombongan menyusuri sebuah jalan tol. Jalan tol yang tergambar dalam mimpi itu mirip sekali dengan jalan tol Cikampek-Cipularang.Ramai di penuhi mobil-mobil, bus, dan truk. Di sepanjang jalan,hanyalah padang rumput yang terhampar. Namun saat mobil hendak melewati persis di bawah jembatan layang, tiba-tiba bangunan megah Taj Mahal pun muncul. Di mimpi itu aku terpana melihat kemegahan Taj Mahal, meskipun hanya dari mobil yang aku tumpangi. Kemudian beberapa gedung sudah mulai terlihat sesaat setelah melihat Taj Mahal.
Masih di Calcutta, mimpi pun kembali membawaku ke sebuah pemukiman padat yang tidak begitu bersih dan asri. Orang-orang berwajah khas India sering aku jumpai di sepanjang jalan. Kebanyakan mereka memakai gamis dan sorban. Ada yang jadi pedagang makanan, minuman, bahkan pengemis pun aku temui. Tiba-tiba aku menemui sebuah bazaar yang ramai dipenuhi oleh pengunjung. Di bazaar itu aku menemukan berbagai makanan khas India, pakaian dalam negeri maupun impor, dan uniknya lagi, kenapa di bazaar itu ada pameran pendidikan Indonesia. Apalagi yang aku temui adalah pameran pendidikan universitas yang saat ini sedang aku tempuh. Benar-benar mimpi yang aneh. Alhasil alam sadar pun membawa aku ke dunia nyata. Mimpi pun berakhir.Jam tepat menunjukkan pukul 04.30 subuh. Sesegera aku mencoba membukakan mata lebar-lebar dan menyegerakanku untuk mengambil air wudhlu untuk menunaikan shalat Subuh.