Selasa, 24 Januari 2012

Menanti Hikmah Tuhan (Bagian 2)

Dear bloggers,
Ketemu lagi bersama saya,setelah berbulan-bulan lamanya saya tidak menulis dan mencurahkan segala unek-unek yang ada di diri saya lewat blog ini. Awalnya memang disebabkan oleh rasa malas yang sering menghampiri untuk menulis dan lebih sering memendam unekk-unek itu atau menceritakannya ke seseorang,namun itu jarang sekali aku lakukan,karena pada dasarnya aku orangnya cenderung tertutup.Sebenarnya bukan berarti tertutup,melainkan saya tidak mau orang-orang terdekat saya mengetahui begitu banyak masalah yang saya hadapi apalagi terlibat secara langsung dalam masalah saya. Pada hari ini,saya berniat untuk menulis kembali dan melanjutkan sepenggal cerita bersambung saat saya membuka kembali situs blog saya ini dan ada rasa semangat lagi untuk menulis.
Sebenarnya,saya tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan akibat ujian yang saya alami. Saya berusaha untuk tetap sabar dan tegar dalam menghadapi ini semua. Setelah peristiwa itu (baca : ketidaklulusan satu mata kuliah yang menunda kelulusanku) saya sempat menemui kedua dosen yang mengajarkan mata kuliah itu dan mereview jawaban keseluruhan ujian.Namun,nilai yang diberikan untuk ujian tersebut memanglah benar.Saya sudah berusaha untuk membujuk mereka untuk meluluskan saya atau setidaknya,saya diberi tugas apapun,entah itu dalam bentuk ujian perbaikan mandiri,membuat tugas makalah,bahkan penelitian sekalipun,asalkan saya bisa lulus untuk mata kuliah tersebut. Bayangkan saja,Alhamdulillah,Allah SWT telah meluluskan KKN dan tugas akhir atau skripsi saya dengan nilai saya impikan.Namun,karena hanya satu mata kuliah tersebut tidak lulus,kesempatan saya untuk bisa lulus dan wisuda bulan November tahun kemarin,dan meneruskan kuliah program profesi Apoteker sejak bulan September kemarin sirna sudah.Seolah-olah apa yang saya kerjakan dan perjuangkan ini sia-sia.Namun,saya juga tidak bisa memarahi Alloh,apalagi memaksa kehendakNya untuk bisa mewujudkan apa yang saya inginkan.Sejak peristiwa itu,saya hanya bisa beristighfar setiap selesai shalat,atau terkadang saat saya tiba-tiba mengingatnya kembali. Pernah satu hari mulai pagi hingga sore hari,saya hanya bisa terdiam,termenung,terkadang sambil menitikkan air mata,sekaligus berintrospeksi diri bagaimana hal itu bisa terjadi.Saya takut sekali bahwa apa yang saya alami ini merupakan sebuah peringatan kecil dari Alloh SWT karena (mungkin) tanpa saya sadari saya telah menyombongkan diri saya di depan teman-teman bahkan keluarga sendiri akibat kelulusan skripsi saya atau memang sebuah ujian yang membuat saya lebih sabar dan tegar,entahlah. Wallahu’alam.Hanya Alloh-lah yang tahu.
Seringkali saat saya pergi ke kampus atau sedang ada keperluan sesuatu,saya terkadang merasa malu atau minder saat berjumpa dengan teman-teman saya yang sudah lulus dan meneruskan kuliah profesinya.Entah kenapa di lubuk hati yang paling dalam,saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri dan begitu payah.Saya benar-benar bingung bagaimana mencari alasan yang tepat dan menyampaikannya dengan benar dan tidak terlihat bodoh.Bagaimana mungkin,saya sudah selesai menyusun skripsi dan notabennya orang yang sudah selesai menyusun skripsi sudah dikatakan lulus dan siapa untuk diwisuda. Ada juga beberapa teman-teman yang mengatakan bahwa saya hendak lulus cumlaude.Saya hanya bisa mengamini saja,meskipun hal tersebut masih sangat jauh dari harapan dan sebenarnya bukan target utama saya dalam mencapai kelulusan yang sebenarnya.Namun ada juga beberapa teman-teman yang sudah mengerti peristiwa yang saya alami namun mereka sengaja menyembunyikannya dari saya dan mereka terkadang mengungkapkannya di belakang saya bersama yang lain.Ah,saya sih bodo amat,cuek saja,selama mereka masih menjaga nama baik saya,saya tidak masalah.
Beberapa hari kemudian,saya pun telah mengikhlaskan diri saya untuk bisa menerima apa yang telah Alloh berikan pada saya.Sepengetahuan saya,banyak yang mengatakan bahwa semakin banyak ujian yang Alloh berikan pada kita,artinya Alloh semakin sayang sama kita sebagai hambaNya,dan justru itulah ujian yang Alloh berikan pada kita merupakan suatu hal yang patut untuk disyukuri. Ujian tiadalah dalam bentuk musibah maupun bencana saja,namun juga berupa rezeki,baik rezeki harta, pangkat,maupun kedudukan.Ujian dapat membuat kita lebih dewasa lagi,lebih optimis dalam menatap masa depan,dan yang terpenting dengan ujian,kita tidak akan pernah lagi mengulang kembali kesalahan yang sama dan bisa menjadi umatNya yang lebih baik lagi.
Oleh karena itu,saya yakin bahwa Alloh tidak akan pernah menyia-nyiakan hambaNya.Alloh akan selalu sayang bahkan sangat sayang sekali sama kita selagi kita pun masih menyayangiNya dengan cara mengingatNya dan bertakwa kepadaNya.Saya pun yakin bahwa Alloh memiliki rencana yang jauh lebih indah dari rencana yang telah saya susun lewat peristiwa ini. Terima kasih,Alloh...